Daftar isi
1. Cover........................................................................................................
i
2. Kata pengantar...........................................................................................ii
3. Daftar
isi.....................................................................................................iii
4. Bab 2
pendahuluan.....................................................................................iiii
A. Pengertian Busana
Muslim dan Menutup Aurat
B. Dalil-dalil tentang
perintah berbusana mulim/muslimah
C. Ketentuan
berpakaian menurut syariah islam
5. Penutup
Ketentuan Berpakaian dalam Islam
A.
Pengertian
Busana Muslim dan Menutup Aurat
Sejarah pakaian lahir seiring dengan
sejarah peradaban manusia itu sendiri. Oleh karena itu, pakaian sudah ada sejak
manusia diciptakan. Salah satu bentuk perintah agama Islam adalah perintah
untuk mengenakan pakaian yang menutup seluruh aurat yang tidak layak untuk
ditampakkan pada orang lain yang bukan mahram.
Busana muslim adalah busana yang sesuai
dengan ajaran Islam dan pengguna busana tersebut mencerminkan seorang muslim/muslimah
yang taat kepada ajaran agamanya dalam hal tata cara berbusana. Dalam kata
lain, busana muslim adalah busana atau pakaian yang dapat menutup aurat yang
diwajibkan agama Islam untuk menutupinya, guna kemaslahatan dan kebaikan
dirinya dan orang lain di mana ia berada.
Aurat secara bahasa berarti malu, aib,
dan buruk, sedangkan menurut istilah, aurat adalah sesuatu yang harus dijaga
oleh setiap manusia, baik laki-laki maupun perempuan dan tidak boleh dibuka
untuk diperlihatkan kepada oranglain yang bukan mahram. Aurat laki-laki muslim
adalah bagian tubuh dari pusar hinga lutut, sedangkan aurat bagi wanita
muslimah, menurut umumnya ulama adalah seluruh anggota tubuh, kecuali muka atau
wajah dan kedua telapak tangan.
B.
Dalil-dalil
tentang Perintah Berbusana Muslim/Muslimah
Banyak dalil-dalil baik dari Al-Qur’an
maupun hadis yang memerintahkan umat islam untuk mengenakan busana
muslim/muslimah, diantaranya adalah Q.S. al-Ahzab [33]: 59 yang berbunyi
sebagai berikut.
ياأْيّهاالنّبي ّقل لأزْواجك وبناتك
ونساءالمؤْمنين يدْنين من جلابيبهن ّذلك أدنىأن يعْرفْن فلا يؤْذيْن وكان الله
غفورا رحيما (59)
Artinya : “Wahai Nabi! Katakanlah kepada
istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin: “Hendaklah
mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya
mereka lebih mudah untuk dikenal, supaya ereka tidak diganggu. Dan allah adalah
Maha Pengampun lagi Maha Penyanyang.” (Q.S. al-Ahzab [33]:59)
Jilbab
adalah suatu pakaian yang longgar untuk menutup seluruh tubuh perempuan,
kecuali muka dan telapak tangan. Hikmah lain adalah agar mereka tidak diganggu,
karena dengan mengenakan jilbab, orang lain mengetahui bahwa dia adalah seorang
mikminah yang baik.
Oleh
karena itu, dalam rangka melindungi kehormatan dan kenyamanan para wanita, ayat
tersebut diturunkan.
Dalam ayat lain, yaitu Q.S. an-Nur [24] ayat
31 Allah swt. Brfirman sebagai berikut.
Artinya: katakanlah kepada wanita yang
beriman: “hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah
mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) tampak dari padanya. Dan
hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan
perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, saudara-saudara
laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra
saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka
miliki, atau pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap
wanita), atau anak-anak yang belum menerti tentang aurat wanita. Dan janganlah
mereka menghentakkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan.
Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah wahai orang-orang yang beriman
supaya kamu beruntung.” (Q.S. an-Nur [24]:31)
C.
Ketentuan
Berpakaian Menurut Syariat Islam
Islam mengatur
ketentuan berpakaian bagi laki laki maupun perempuan. ketentuan tersebut
dimaksudkan untuk dijadikan pedoman agar dalam pelaksanaanya memberikan
kebaikan bagi pemakainya. oleh karena itu memahami bagaimana ketentuan serta
adab berpakaian menurut islam menjadi sesuatu yang terpenting.
Mengenakan pakaian baik laki laki maupun perempuan tidak sekedar untuk melindungi badan dari udara dan panas matahari, tetapi lebih memiliki makna ibadah dan manfaat lainnya. untuk memberikan gambaran bagaimana ketentuan memakai pakaian sehingga memiliki makna dan fungsi yang benarm berikut akan dibahas beberapa hal yang berkaitan dengan adab bepakaian sesuai ketentuan Al Qur'an dan hadis.
Mengenakan pakaian baik laki laki maupun perempuan tidak sekedar untuk melindungi badan dari udara dan panas matahari, tetapi lebih memiliki makna ibadah dan manfaat lainnya. untuk memberikan gambaran bagaimana ketentuan memakai pakaian sehingga memiliki makna dan fungsi yang benarm berikut akan dibahas beberapa hal yang berkaitan dengan adab bepakaian sesuai ketentuan Al Qur'an dan hadis.
Bagi Perempuan :
Menggunakan
pakaian yang menutupi seluruh tubuh, kecuali muka & telapak
tangan, bukan tangan.
Menutupi dada
dengan memanjangkan jilbab ke dada. Meski dada telah ditutupi oleh pakaian,
namun tetap harus ditutup lagi oleh jilbab. Dan juga menutupi pundak dengan
memanjangkannya
Tidak berpakaian ketat,
tidak transparan, apalagi seronok, maka dari itu wanita diharuskan menggunakan
rok hingga lebih dari mata kaki. Dan bila transparan, gunakan 2 lapis kain
penutup.
Untuk wanita sebaiknya
tidak menggunakan parfum, justru disarankan menggunakan perhiasan berupa warna
dan pakaian (namun tidak berlebihan). Dikarenakan parfum dapat menimbulkan
syahwat bagi laki laki yang menciumnya. Namun diperbolehkan menggunakannya jika
untuk menghilangkan bau badan. Karena bau badan pun bisa menimbulkan syahwat
bagi lawan jenis yang menciumnya
Berpakaian
sewajarnya, enak dilihat, dan tidak menimbulkan kecurigaan
Untuk berjilbab,
ikatan rambut tidak boleh menonjol dan terlihat pada jilbab. Hal ini
dikarenakan sama saja seperti menunjukan bentuk dan jumlah dari rambut tersebut
Bagi Laki Laki :
Menggunakan pakaian menutupi tubuh,
terutama bagian pusar hingga lutut
Berpakaian tidak ketat
Tidak menggunakan perhiasan, justru
dianjurkan menggunakan parfum. karena perhiasan laki laki adalah perhiasan yang
non wujud
Pakaian tidak mencolok
Sebaiknya berpakaian yang bersih, enak
dilihat dan tidak menimbulkan kecurigaan, serta berpenampilan sopan dan
sewajarnya seperti lelaki
Tidak ada komentar:
Posting Komentar